MULTITRACK DIPLOMACY TRACK I


MULTITRACK DIPLOMACY 

TRACK I

 

 

Untuk mencapai sebuah kesepakatan, maka diperlukanlah proses diplomasi. Proses diplomasi sendiri memiliki berbagai variasi untuk memperlancar tercapainya kesepakatan. Salah satu variasinya yaitu multitrack diplomacy. Bila biasanya diplomasi dilakukan dengan jalur kenegaraan, maka dalam multitrack diplomacy dimungkinkan tanpa harus melalui jalur resmi kenegaraan. Multitrack diplomacy sendiri memiliki 9 track. Variasi ini merupakan bentuk penyesuaian antara pola hubungan internasional dengan kepentingan dan situasi global. Dalam multitrack diplomacy tidak hanya ada hubungan antara negara dengan negara, namun ada aktor aktor yang lain. Aktor lain meliputi sebuah perusahaan, perorangan, ataupun instansi lainnya. Di artikel kali ini saya akan membahas multitrack diplomacy track I. Track pertama ini diduduki oleh aktor pemerintah.

 

Dalam track pertama, proses diplomasi dilakukan oleh pemerintah atau melalui jalur resmi kenegaraan. Sebagai contoh menteri pertahanan Indonesia berkunjung ke Russia untuk menjalin pengadaan alutsista. Seperti pesawat tempur Sukhoi Su-35. Dalam hal ini, secara resmi Indonesia diwakili oleh kementrian pertahanan Indonesia, dan Russia diwakili oleh menteri pertahanan Russia. Kesepakatan yang dituju dapat berupa harga alutsista, proses pembayaran, dan bila dimungkinkan dapat dibeli dengan barter menggunakan komoditas dari Indonesia. Yang dimana hal ini dapat menguntungkan bagi Indonesia. Sebagai contoh lain yaitu kesepakatan antara pemerintah China dan Indonesia tentang dedolarisasi. Dengan menggunakan mata uang yuan dan rupiah. Dedolarisasi ini juga bertujuan untuk mengurangi pengaruh Amerika sebagai negara adidaya, dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pemerintah. Kesepakatan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi dollar yang semakin hari nilainya semakin tinggi. Dalam kesepakatan dedolarisasi ini, Indonesia diwakili oleh Presiden Joko Widodo dan China diwakili oleh Xi Jin Ping.

 

Multitrack diplamcy pertama juga dapat dilakukan dalam kondisi perang. Sebagai contoh gencatan senjata yang dilakukan oleh Armenia dan Azerbaijan. Gencatan senjata ini dilakukan untuk menghentikan konflik perebutan wilayah Nagorno-Karabakh. Yang secara hukum internasional merupakan wilayah Azerbaijan namun dipimpin oleh penduduk beretnis Armenia. Diplomasi ini dilakukan di Moskow, Russia. Gencatan senjata ini dilakukan dengan alasan kemanusiaan. Dalam proses pembentukan kesepakatan ini, Armenia merupakan pihak yang kurang diuntungkan. Karena saat ini Azerbaijan didukung oleh militer Turki. Selain didukung militer Turki, Azerbaijan juga memiliki alutsista yang lebih canggih, dan efektif dalam menyerang sasaran dengan tepat. Dengan kondisi demikian, Azerbaijan bisa dikatakan sedang memimpin jalannya perang. Maka dari itu Azerbaijan pasti akan membuat kesepakatan yang menguntungkan untuk Azerbaijan. Tidak peduli apakah kesepakatan ini akan menguntungkan Armenia atau tidak. Karena bila kesepakatan tidak tercapai, Azerbaijan siap untuk berperang kembali menggunakan alutsistanya yang canggih. Turki pun juga siap membantu militer Azerbaijan bila konflik kembali pecah di Nagorno-Karabakh.

 

Track I memiliki kelebihan yaitu dilakukan oleh aktor negara atau pemerintah, sehingga dapat digunakan untuk kemakmuran rakyat. Selain itu diplomasi juga dapat dilakukan untuk mendapatkan national interest. National interest merupakan rasionalitas pemerintah dalam menentukan ambisi ekonomi, militer, budaya dan lainnya dalam negara berdaulat. Sebagai contoh Amerika melakukan embargo kepada negara negara yang tidak sejalan dengan Amerika. Baik dalam hal ekonomi, ideologi, maupun militer. Hal ini tercermin dari embargo yang akan diberikan Amerika kepada Indonesia apabila jadi membeli pesawat tempur Sukhoi buatan Russia. Hal ini dilakukan Amerika untuk mempertahankan dominasi militernya terhadap Russia. Dalam hal ekonomi, Amerika juga melakukan tekanan tekanan kepada negara yang tidak sesuai dengan keinginan Amerika. Sebagai contoh Amerika dan negara sekutunya melakukan pemblokiran terhadap Huawei. Huawei merupakan perusahaan teknologi asal China yang sedang mengembangkan teknologi 5G. Multitrack diplomacy track I juga dapat mencapai kesepakatan dengan lebih cepat. Karena negara dapat mengerahkan seluruh sumber dayanya. Negara dapat menggunakan intervensi militer untuk menekan negara yang diajak dalam berdiplomasi.

 

Meskipun dilakukan secara resmi oleh negara atau pemerintah, multitrack diplomacy track pertama tidak selalu membawa keuntungan, namun juga ada kekurangannya bila tidak hati hati. Karena dilakukan oleh negara atau pemerintah, diplomasi ini menyangkut hajat hidup masyarakat di dalam negara tersebut. Seperti sumber daya alam yang dimanfaatkan oleh negara lain.

Komentar

Postingan Populer